Home Dunia Islam BILA HIJRAHMU KARENA ALLAH, KAMU AKAN TERUS MELANGKAH WALAUPUN SUDAH LELAH

BILA HIJRAHMU KARENA ALLAH, KAMU AKAN TERUS MELANGKAH WALAUPUN SUDAH LELAH

4,560
0
SHARE
BILA HIJRAHMU KARENA ALLAH, KAMU AKAN TERUS  MELANGKAH WALAUPUN SUDAH LELAH

Memutuskan untuk berhijrah, berarti memutuskan untuk selalu di jalan Allah dan selalu melakukan semua yang dianjurkannya dan tidak melakukan apa yang dilarangnya. Kamu pasti tidak akan pernah berhenti jika hijrahmu itu benar-benar karena Allah, dan ikhlas menjalaninya.

Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya amal perbuatan itu disertai niat dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barang siapa yang berhijrah hanya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan”.

Dan hijrah di jalan Allah itu, sebagaimana dikatakan oleh Sayid Muhammad Rasyid Ridha harus dengan sebenar-benarnya. Artinya, maksud orang yang berhijrah adalah untuk mendapatkan ridha Allah dengan menegakkan agama-Nya yang ia merupakan kewajiban baginya, dan merupakan sesuatu yang dicintai Allah, juga untuk menolong saudara-saudaranya yang beriman dari permusuhan orang-orang kafir.

Di antara dalil yang menunjukkan bahwa berhijrah di jalan Allah termasuk kunci rizki adalah firman Allah “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak” (An-Nisa/4:100).

Sungguh dunia dari dahulu dan sampai sekarang masih menyaksikan kebenaran janji ini. Dan saya kira, orang yang mengetahui sedikit tentang sejarah Islam pun sudah tahu akan peristiwa hijrahnya para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ke Madinah. Ketika para sahabat meninggalkan rumah-rumah, harta benda dan kekayaan mereka untuk hijrah di jalan Allah Ta’ala, Allah serta merta mengganti semuanya, Allah memberikan kepada mereka kunci-kunci negeri Syam, Persia dan Yaman. Allah berikan kepada mereka juga dibukakan pintu-pintu Shan’a, serta ditundukkan untuk mereka berbagai simpanan kekayaan Kaisar dan Kisra. Ini berarti bila seseorang hijrah dengan benar di jalan Allah maka Allah SWT akan menggantikan semua yang ditinggalkan itu dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Dari kisah itu kita dapat mengetahui bahwa seseorang dikatakan hijrah jika telah memenuhi 2 syarat yaitu, yang pertama ada sesuatu yang ditinggalkan dan kedua ada sesuatu yang dituju (tujuan). Kedua-duanya harus dipenuhi oleh seorang yang berhijrah. Meninggalkan segala hal yang buruk, negative, maksiat, kondisi yang tidak kondusif, menuju keadaan yang lebih baik, positif dan kondisi yang kondusif untuk menegakkan ajaran Islam.

STAY CONNECTED

Facebook Like
Followers Follow
Instagram Follow
Youtube Subscribe