Home Dunia Islam DENDAM MERUSAK HATI DAN PIKIRAN

DENDAM MERUSAK HATI DAN PIKIRAN

60
0
SHARE
DENDAM MERUSAK HATI DAN PIKIRAN

Opini,08/10/2022 - Sebagai manusia, ada kalanya kita merasa tersinggung atau sakit hati akibat tindakan buruk orang lain. Tak jarang, hal itu sampai meninggalkan amarah yang sulit hilang dan pada akhirnya memunculkan rasa dendam. Saat menyimpan dendam, seseorang biasanya ingin orang lain merasakan seperti apa yang ia rasakan. Dalam Islam, sifat pendendam seperti ini jelas tidak diperbolehkan. Satu-satunya cara terbaik untuk `membalas dendam` adalah dengan menjadi jiwa yang pemaaf.

Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW “Tidaklah seseorang memaafkan kezaliman (terhadap dirinya) kecuali Allah akan menambah kemuliaannya.” (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi). Berikut adalah sejumlah kesadaran yang dapat kita hadirkan dalam hati kita saat seseorang telah berprilaku buruk kepada kita, agar tidak ada dendam yang berkembang dalam hati. Ingatlah bahwa perbuatan orang itu kepada kita tidak keluar dari kehendak Allah. Allah menginginkannya itu terjadi dan ada hikmah dibalik itu.     

Ingatlah pahala yang sungguh besar bagi orang yang mau memaafkan dan bersabar. “Barangsiapa yang memberi maaf dan melakukan kebaikan, maka pahalanya di sisi Allah.” (QS. Asy Syuuraa: 40).     

Ingatlah bahwa memaafkan dan berbuat baik akan membuat hati kita bersih dari keinginan-keinginan buruk, hasad dan dendam. Dengan itu hati akan merasakan kelezatan yang jauh lebih lezat dari kelezatan melampiaskan dendam. Ingatlah bahwa dendam akan membuat jiwa menjadi hina, sedangkan memaafkan akan membuat jiwa menjadi mulia.Ingatlah bahwa balasan yang kita akan dapatkan sesuai dengan perbuatan yang kita lakukan. Kita pun pasti pernah berbuat zalam dan dosa. Jika kita memaafkan, Allah pun akan memaafkan kita. Bahwa menyibukkan diri dengan dendam akan menghabiskan waktu dan membuat hati menjadi tidak fokus. Sehingga banyak hal-hal bermanfaat kita lewatkan. Maka jangan sampai musibah lebih besar menimpa kita.

Rasulullah tidak pernah sekali pun dendam karena urusan pribadinya. Jika itu terjadi kepada orang yang paling mulia. Bahwa sabar adalah setengah dari keimanan. Jika kita bersabar, maka kita berarti sedang menjaga keimanan kita.Ingatlah bisa jadi jika kita membalas perbuatan buruknya kepada kita, hal itu akan membuatnya semakin bertambah buruk.

STAY CONNECTED

Facebook Like
Followers Follow
Instagram Follow
Youtube Subscribe

BERITA PILIHAN

OPINI

Jangan Mudah Bergantung Pada Orang Lain

Seperti kata-kata bijak Islam tentang kehidupan di atas, manusia lahir seorang diri dan akan menghadap Ilahi sendirian pula....
YAKIN_KPD_ALLAH.jpg

JANGAN BANGGA DENGAN DOSA