Home Dunia Islam DUNIA HANYA TEMPAT SINGGAH

DUNIA HANYA TEMPAT SINGGAH

91
0
SHARE
DUNIA HANYA TEMPAT SINGGAH

Opini,31/10/2022 - Al-Arba’un an-Nawawiyah, Hadis ke-40); Dari Abdullah bin Umar ra., ia berkata, Rasulullah ﷺ memegang kedua bahuku dan bersabda, ‘Jadilah kamu di dunia seolah-olah orang asing atau orang yang lewat.’ Ibn Umar berkata, ‘Jika engkau ada pada waktu sore maka jangan menunggu pagi hari. Jika engkau ada pada waktu pagi maka jangan menunggu sore hari. Manfaatkanlah sehatmu sebelum sakitmu dan manfaatkanlah hidupmu untuk bekal matimu (HR al-Bukhari, Ibn Hibban dan al-Baihaqi). Dalam riwayat lainnya, Ibn Umar ra., berkata: Rasulullah memegang kedua bahuku dan bersabda: “Jadilah kamu di dunia seolah-olah orang asing atau orang lewat dan hitunglah dirimu termasuk penghuni kubur”. (HR Ahmad, at-Tirmidzi, Ibn Majah, ath-Thabarani dan al-Baihaqi).

Dalam hadis ini, Rasulullah  memberikan pelajaran agung. Beliau mencontohkan bagaimana menyampaikan nasihat sehingga tertanam dan diingat oleh orang yang diajar atau diberi nasihat. Sebelum menyampaikan nasihat, Rasul memegang bahu Ibn Umar ra. yang akan diberi nasihat. Hal itu menarik perhatian dan antusiasme Ibn Umar atau orang yang diberi nasihat dan membuat kondisi orang itu siap menerima nasihat. Cara itu juga menunjukkan kedekatan dan memberi pesan bahwa nasihat yang akan diberikan adalah penting serta didasari oleh niat baik dan ketulusan. Dengan cara itu nasihat yang disampaikan akan bisa membekas, tertanam kuat dan mempengaruhi perilaku.

Rasul  berpesan agar seorang Mukmin menganggap dirinya di dunia ini seperti orang asing atau orang yang lewat saja. Orang asing itu tidak memiliki tempat tinggal. Negeri tempat ia berada bukanlah kampung halamannya. Negeri itu hanya tempat ia menyelesaikan keperluannya untuk kemudian kembali ke kampung halamannya. Begitu pula orang yang lewat. Dia akan terus berjalan meski kadang singgah sebentar untuk sekadar berteduh atau mencari bekal, lalu melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuannya.

Jadi dunia ini bagi seorang Mukmin adalah tempat asing atau persinggahan saja. Tempat tujuan atau kampung halaman bagi seorang Mukmin adalah akhirat yakni surga. Rasul  menegaskan:“Tidak ada untukku dan untuk dunia ini, sesungguhnya permisalan aku dan dunia itu hanyalah seperti orang yang berkendaraan menempuh perjalanan, lalu ia bernaung di bawah pohon pada hari yang panas, lalu ia beristirahat sejenak, kemudian meninggalkan pohon itu (HR Ahmad, al-Hakim, Abu Ya’la dan Ibn Abi Syaibah).

STAY CONNECTED

Facebook Like
Followers Follow
Instagram Follow
Youtube Subscribe